Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Home »»
banjir.jpg

 Hujan merupakan suatu rahmat-NYA untuk umat manusia yang patut kita syukuri  

Saya tinggal di Bekasi tepatnya di Perumahan Pejuang Jaya dan saya menempati rumah ini sejak tahun 1992 pada bulan Desember. Saya sangat mensyukuri nikmat yang dilimpahkanNYA pada kami sekeluarga sehingga sampai sekarang saya dan keluarga saya sudah menempati rumah sendiri.  Rumah yang kami tempati sekarang ini adalah hasil keringat yang halal dan bukanlah dari hasil yang tidak halal yaitu korupsi, manipulasi entah apalagi namanya yang sangat tidak saya sukai adalah penghasilan yang tdk halal.

Disekitar komplek saya banyak sekali dibangun perumahan yang mewah sehingga komplek kami pun tidak terlalu dikenal orang.  Sejak tahun 1992 s/d tahun 2002 komplek kami tidak pernah terjadi banjir yang sampai masuk kerumah. Banjir tahun 2002 komplek kami kebanjiran dan banyak rumah warga yang kemasukan banjir hingga lebih semata kaki. Alhamdulillah rumah saya pun menikmati banjirhampir satu lutut. Kami sangat bersyukur jika dibandingan dengan saudara2 kita yang lain di Jakarta yang banjirnya lebih lama.

Tahun 2007 -21- Februari , hari rabu hujan yang cukup lebat di Bekasi , waktu hari Rabu tersebut saya masih di kantor dan jam 11 siang saya di telepon istri saya untuk segera pulang karena air sudah masuk ke rumah. Jam 2 Siang saya pulang dan alangkah kagetnya saya di jalan yang mau masuk perumahan airnya sudah mencapai sepinggang orang dewasa padahal pada tahun 2002 di jalan raya yang mau masuk ke perumahan kami banjirnya tdk sampai seperti tahun 2007 ini. Alhamdulillah jam 4 Sore sampai juga saya dirumah.

Saya salut dengan istri saya dan tetangga kami yang saling membantu meyelamatkan barang2 seperti kulkasi, lemari, kursi yang tdk tahan dengan air dapat diangangkat ke tempat yang lebih tinggi. Sampai dirumah perabotan rumah sudah dapat diselamatkan dan sebagian kecil masih ada yang terendam banjir.

Alhamdulillah jam 7 malam air sudah mulai surut dan sedikit demi sedikit kami sekeluarga rumah sudah mulai di bersihkan. Hari kamis tanggal 22-02-07 hujan di Jakarta cukup deras dan dari berita di Televisi sudah ada beberapa daerah yang sudah kebanjiran.

Apa yang terjadi pada hari jumat tanggal 23 Feb 2007……

Jam 4.30 pagi saya sudah bangun dan walaupn kondisi rumah yang masih belum bersih. Pagi itu jam 6 saya dan anak saya akan berangkat ke kantor dengan kondisi hujan yang cukup deras dan rencananya saya akan mengantarkan anak saya ke sekolah yang cukup jauh dari rumah kami. Sampai di sekolah anak saya hujan masih belum berhenti dan tambah deras. Sebelum berangkat ke kantor saya perhatikan di saluran air di rumah belum menampakan tanda2 banjir.

Hujan semangkin deras dan anak saya sampai di di sekolah. Di perjalanan perasaan saya merasa tidak enak dan saya putuskan untuk kembali kerumah. Karena kondisi jalanan yang cukup macet hampir 1jam saya dari sekolah anak saya kerumah ke rumah. Masya Allah… , di jalan yang masuk ke komplek kami air sudah hampir mencapai selututorang dewasa padahal selang waktunya kurang lebih 1,5 jam.

Sampai di rumah air sudah masuk lagi ke dalam rumah dan saya lihat istri saya belum pulang dari pasar berbelanja kepeluan persiapan bahan makanan. Istri saya sampai dirumah dan alangkah kagetnya air cepat naik padahal sebelum berangkat ke pasar saluran air depan rumah masih kering.

Karena hari Rabu semua barang sudah di naikan ke atas jadi kami tidak terlalu repot dan kami jaga2 kalau2 air nantinya tambah tinggi. Hujanpun tidak henti2 sampai jam 2 Siang. Seluruh Rumah yang ada di komlek kami kebagian banjir mencapai diatas lutut orang dewasa.  Hari jumat ini merupakan banjir yang cukup tinnggi jika dibandingkan dengan tahun 2002.

Jam 2 Siang dan Malam harinya hujan tdk turun lagi di Bekasi dan pagi hari Sabtu 24 Februari air sudah mulai surut dan kamipun kembali membersihakan rumah. Jam 11 Siang Listrik kembali menyala.

Masya Allah… di Berita Televisi Jakarta dilanda banjir yang cukup hebat di berbagai daerah   seperti Jalan Daan Mogot, Cipinang, Casabalanca jalan bekasi raya menuju Pulo gadung  dan banyak lagi daerah2 lain yang hampir 30% jakarta terendam air. Perumahan mewah tidak luput dari banjir walaupun diiming2 developer daerah bebas banjir tapi nyatanya banyak daerah bebas banjir justru kebanjiran.  Sampai hari Selasa banjir tidak surut2 juga di Jakarta dan di hari ke 4 jakarta masih kebanjiran.

Kami patut bersyukur di komplek kami kebanjiran 2 kali tetapi tidak sehebat di Jakarta. Hikmah dari Banjir ini yang patut kami syukuri adalah : AIR ADALAH SUMBER KEHIDUPAN dan Allah masih sayang pada umatnya. Allah memberikan debit air yang cukup banyak yang mana di Jakarta tidak terlalu kekeringan di musim kemarau karena stock air di tanah cukup banyak dan mungkin juga Banjir pada tahun ini dan kan terjadi kemarau yang cukup panjang dan Allah telah melimpahkan rahmat-NYA dengan persedian air tanah yang cukup banyak.

Bagi saudara2 kita yang kena musibah banjir dan menurut saya adalah merupakan roda kehidupan yang harus kita jalani dan kita harus ikhlas menerimanya.

Seperti dapat kita lihat padA AQ : 7. Al A’raaf - 57

57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

AQ : 2. Al Baqarah - 22

22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.

AQ : 14. Ibrahim

32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.

AQ : 30. Ar Ruum - 48

48. Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.

AQ : 35. Faathir - 27

27. Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
  

March 5th, 2007 at 10:58 pm


No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment


Anti-Spam Image